Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tampang Asep Saepudin, P3mbunuh ART yang Hamil di Cakung, Pura-Pura Open B0

 

Asep Saepudin (23 tahun), pembunuh wanita hamil di Cakung. (Ist) 

Inilah tampang Asep Saepudin (23 tahun), pembunuh wanita hamil yang mayatnya dibuang di Jalan Raya Bekasi, Kampung Petukangan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa pagi (10/8/2021). Asep kini sudah ditangkap polisi dan dia sudah mengakui perbuatannya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui bahwa ternyata Asep adalah pacar korban, yang diketahui bernama Maroah (17 tahun). Dari hasil autopsi RS Kramat Jati, Maroah diketahui berasal dari Pemalang, Jawa Tengah. Dia bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Dia memang tengah hamil empat bulan sebagaimana pengakuannya kepada Asep.

Asep sendiri juga berasal Pemalang, satu kampung dengan Maroah.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers hari Kamis (12/8/2021), mengatakan, dalam melacarkan aksinya, Asep memesan Maroah melalui booking online (BO). Maroah, kata Asep kepada polisi, juga menyambi sebagai pekerja seks komersial di wilayah Jakarta. "Si tersangka ini, melakukan pemesanan melalui handphone BO fiktif. Karena si tersangka tahu dan sering juga mengantar kegiatan pekerjaan daripada si korban sendiri," jelas Yusri.

 Setelah memesan Maroah melalui open BO, Asep sepakat untuk bertemu di sebuah halte di wilayah Cakung. "Si tersangka juga memesan ojek untuk memesan online. Karena memang sudah ada niatan," kata Yusri. Ketika Maroah tiba di tempat yang disepakati, Maroah ditinggalkan seorang diri oleh driver ojek online. Kemudian, Asep pun datang ke lokasi tersebut.

Maroah lantas diajak jalan ke tempat sepi, dan di sanalah ia dianiaya oleh Asep dengan tangan kosong. Ia dipukul di bagian perut dan dicekik lehernya. "Sampai korban meninggal dunia pada saat itu," kata Yusri. Setelah itu, Asep mengambil kardus dan baliho dan menggunakannya untuk membungkus jasad Maroah.

Jarak antara TKP pembunuhan dengan TKP penemuan mayat Maroah adalah sekitar 8 kilometer. "Kemudian setelah jasad korban dibungkus rapi, tersangka memesan mobil pick up dan minta tolong untuk mengangkat sampah pengakuannya," jelas Yusri. Sebelum pembunuhan sadis itu, Asep dan Maroah diketahui tinggal bersama satu kos.

Asep mengaku membunuh Maroah karena takut hubungannya dengan Maroah diketahui oleh calon istrinya. "Si tersangka ini sudah ada calon istrinya, tapi tinggal sama korban, sehingga timbul niatan untuk menghabisi nyawa korban," kata Yusri. Terlepas dari pengakuan Asep, polisi masih mendalami motif lainnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitaran Jalan Raya Bekasi, Kampung Petukangan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, geger oleh penemuan mayat wanita dibungkus terpal dan diikat dengan tali pada Selasa pagi (10/8/2021). Mayat tersebut ditemukan tergeletak di pinggir jalan di dekat tumpukan kayu, tak jauh dari aliran sungai.

Mayat wanita yang diduga dalam kondisi hamil tersebut terbungkus kardus pada bagian dalam kepala dan badannya dibungkus dengan terpal putih sekujur badannya. Terpal itu kemudian diikat dengan tali rafia.

Posting Komentar untuk "Tampang Asep Saepudin, P3mbunuh ART yang Hamil di Cakung, Pura-Pura Open B0"