Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Miris , Pemandu Lagu Ditabrak dan Diperkosa Sampai Meninggal


 Korban dan Para Pelaku

Pembunuh perempuan muda pemandu lagu di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang mengaku kesal dengan ulah korban. Pelaku Wahyudi dan korban Setia Nurmiati alias Ayu (21) sebelumnya memiliki hubungan asmara. "Antara si pelaku dengan korban Ayu ini adalah mantan pacar, keduanya bahkan telah tinggal satu tempat di kos-kosan di dekat Pabrik A Traco, Pakisaji," kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat memimpin rilis di Mapolres Malang, Kepanjen, Kamis pagi (25/3/2021).

Pelaku mengaku kerap kali cekcok dengan korban. Saat bertemu pada Selasa (23/3/2021) dini hari, Wahyudi sebenarnya tak ingin kembali bertengkar dengan Ayu.  

Namun, upayanya gagal. Korban yang diduga cemburu lantaran mantan pacarnya memadu kasih dengan perempuan lain berinisial A, lalu menggedor-gedor truk yang dikemudikan Wahyudi. Truk itu terparkir saat Wahyudi berduaan beristirahat dengan pacar barunya. 

"Saat itulah korban akhirnya ditabrak dengan truk oleh pelaku yang merasa terganggu akibat gedoran Ayu," kata Hendri. Remaja Tewas Dikeroyok Dituduh Informan Polisi, 7 Pelaku Diringkus Pelaku Wahyudi mengakui memutuskan mengakhiri hubungan dengan Ayu lantaran keduanya kerap berselisih dan bertengkar. Meski tinggal di satu tempat kos, keduanya sering kali cekcok. "Saya menghindari percekcokan dengan dia (Ayu, korban). Daripada berantem, akhirnya saya menghindar. Saya majukan (truk) agak ke kanan, hingga kena dia sedikit," kata Wahyudi.

Saat merasa korban sudah tak bersuara, Wahyudi kemudian meninggalkan korban ke arah utara dengan pacar barunya Amel, sedangkan korban Ayu tergeletak di pinggir jalan. Selanjutnya, Wahyudi menghubungi Adi Prayitno alias Dalbo, penjaga kafe dan karaoke 88 tempat dimana si Ayu juga bekerja. "Saya jalan menghubungi Dalbo. Saya suruh lihat, ya udah gitu aja, langsung jalan, seterusnya saya nggak tahu," ujarnya. Lalu oleh tersangka kedua Dalbo yang dalam pengaruh minuman keras, korban diseret menuju ke warung kosong yang ada di samping kafe dan karaoke 88. Padahal, korban mengalami luka patah tulang rusuk dan patah tulang paha, akibat ditabrak truk oleh Wahyudi. "Saya seret ke warung samping kafe, setelah itu saya setubuhi satu kali langsung saya tinggal. Saya mabuk waktu itu," kata Adi Prayitno alias Dalbo. Dalbo memastikan kondisi Ayu masih hidup saat diseret dan diperkosanya. Namun kondisinya telah sekarat dengan luka-luka parah yang berujung kematian. "Posisinya (setelah ditabrak truk oleh Wahyudi) masih hidup, nggak teriak. Hanya nangis sampai pukul 02.30 WIB. Lalu ya tinggal di situ," tutur Adi Prayitno.

Kedua pelaku terancam pasal KUHP berbeda. Wahyudi dijerat dengan Pasal 338 juncto Pasal 351 ayat 3 tentang Penganiayaan yang Menyebabkan Kematian.  "Ancaman hukumannya maksimal 9 tahun untuk Pasal 338, sedangkan untuk Pasal 351 ayat 3 ancaman maksimalnya 7 tahun penjara," kata Kapolres Malang Hendri Umar. Sedangkan pelaku Adi Prayitno alias Dalbo dijerat dengan Pasal 286 KUHP juncto Pasal 306 KUHP mengenai Pemerkosaan ke Orang yang Dalam Keadaan Tidak Berdaya, serta Menelantarkan Orang dengan Kondisi Tidak Sadarkan Diri. "Ancaman hukuman 9 tahun untuk Pasal 286 KUHP, dan untuk pasal 306 KUHP ancaman maksimal 8 tahun penjara. Nanti berkasnya akan kami pisah, karena ini perkaranya berbeda," ujarnya.

Posting Komentar untuk "Miris , Pemandu Lagu Ditabrak dan Diperkosa Sampai Meninggal"